Menyimpan kenangan

Standard

Manusia memiliki keterbatasan penyimpanan, otak tidak sanggup mengingat segala hal secara detail, mungkin karena itulah tercipta kamera, handycam, corat coret curhatan di blog, alat tulis menulis, bahkan handphone pun bisa menjadi media penyimpanan untuk membantu kita merekam kembali segala kejadian yang telah lalu, entah bahagia ataupun sedih

Hal ini tentu membantu sekali untuk orang-orang seperti saya yang gampang sekali terlupa :p

Bisa dibilang, saya termasuk penyimpan yang baik, untuk foto-foto saya membuat folder per tahun dan dipisahkan kembali per folder untuk setiap momentnya. Bahkan saya memiliki satu folder yang hanya berisi kumpulan chat dengan teman-teman, baik yang memotivasi ataupun chat dengan orang-orang yang pernah istimewa.

Tetapi..
Hal tersebut, saya lakukan hanya sampai tahun 2011. Setelahnya? berantakan…
Semenjak saya kehilangan laptop, ada beberapa foto yang hilang..bahkan saya tidak ingat foto apa yang ada di dalam laptop itu. Dan jeleknya, saya tidak memback-up, karena saya berfikir, laptop itulah yang akan menjadi “otak” saya, semua akan tersimpan disana, bahkan saya memindahkan beberapa data ke dalam laptop tersebut😦

Memang saat ini saya telah memiliki penggantinya, tapi rasanya sudah berbeda, saya tidak menganggapnya “otak”yang akan menyimpan segalanya. Folder foto pun berantakan, saya tidak bisa mentrace foto-foto mana yang ingin saya lihat, mana yang tidak. Bahkan saya pernah tanpa sengaja, melihat foto capture-an sms dengan orang masa lalu, dan membuat saya teringat, dulu saya pernah menangis setelah membaca sms tersebut, berisi tentang cinta dan perjuangan yang akan dia lakukan. Tetapi sekarang? foto capture-an tersebut menjadi pembelajaraan sekaligus hiburan buat saya🙂

Ah memang “good archieve” itu penting. Bisa dibilang, hal itu seperti dokumentasi hidup kita, saat kita “flashback” dengan melihat segala dokumentasi, senyum bahkan tawa menemani hari kita, menyenangkan sekali loh🙂

Sepertinya saya harus mulai merapihkan kembali dokumentasi hidup saya

Apa ya komentar anak cucu kita kalau melihat dokumentasi hidup kita? tersenyum pastinya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s