Rasa

Standard

Bagaimana rasanya mencintai dengan sepenuh hati?

Apa kalian pernah merasakannya?

Apakah bila pernah menangisi seseorang, kita telah mencintai dengan sepenuh hati?

Apakah bila pernah berkorban untuk seseorang, kita telah mencintai dengan sepenuh hati?

Apakah bila pernah memberikan segala harta, kita telah mencintai dengan sepenuh hati?

Lalu, bagaimana rasa dicintai seseorang dengan sepenuh hati?

Apa kalian pernah merasakannya?

Sepertinya, aku belum pernah merasakan dicintai ataupun mencintai seseorang dengan sepenuh hati..

Aku hanya memberikan cintaku dengan seperlunya, sepantasnya, semestinya, tidak ingin lebih ataupun kurang. Apakah itu dapat dikatakan telah mencintai dengan sepenuh hati?

Tetapi..

Teman berkata bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan sepenuh hati…tetapi…kenapa aku tidak merasa dan menyadarinya?

Dan, teman berkata pula bahwa seseorang pernah mencintaiku dengan sepenuh hati..tetapi..kenapa pula aku tidak pernah merasa dan menyadarinya?

Ada apa dengan diriku?

Ada apa dengan hatiku?

Apakah segala kecewa dan luka telah mematikan segala rasa?

Tuhan..Aku ingin merasakan dicintai dan mencintai dengan sepenuh hati..

Hidupkan segala rasa, Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s