Kenangan Pahit

Standard

Bagiku, kenangan pahit lebih sulit dilupakan..

Aku masih ingat dengan jelas kejadian malam itu..

Kepercayaanku..

Rasa sayangku..

Hancur seketika dalam hitungan detik..

Malam itu, ratusan kali dia ucapkan kata maaf..

Esok hari dering telepon dan sms tidak berhenti di ponselku, segala macam penjelasannya dan tidak ketinggalan pula kata maafnya..

Namun hanya satu kata maaf yang aku ucapkan “Maaf aku kecewa”

Hanya airmata dan sahabat terdekat yang menemani kekecewaanku

Waktu berjalan…

Namun..

Sampai detik aku menuliskan hal ini, kemarahan masih terpendam di dalam dada..

Marah dan kecewa, bukan kepada individunya, tetapi atas perbuatannya, entah apa yang ada di pikirannya saat itu, berbuat hal seperti itu di depan orang yang dia sayang (katanya)

Entahlah, mungkin sebenarnya hal itu adalah salah satu petunjuk dari Tuhan untuk aku meninggalkannya namun aku mengindahkannya

Entahlah..yang pasti, aku masih mengingat dengan jelas kejadian itu.

Apakah ini yang dikatakan trauma?

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s