Friend,no?

Standard

Hati-hati dengan siapa kamu bercerita. Apa kamu yakin orang yang mendengar cerita kamu itu adalah orang yang tepat?Apa dia teman yang baik untuk diajak bercerita?
Misal : Gue mendengarkan cerita seseorang mengenai orang lain yang notabennya kita tidak mengenal orang itu samasekali. Hanya dari sekedar cerita, mungkin kita sudah bisa menilai “stranger”. we know nothing, but we judge them.
bagaimana kalau kondisi tersebut dibalik?
Cerita yang kita ceritakan ke seseorang diceritakan ke orang lain yang tidak kita kenal. they’ll judge us, yes!
Mungkin komentar gue cuman “cukup tau aja”
So hati-hatilah bercerita..
Justru orang yang sering membicarakan orang lain yang harus diwaspadai.
Jujur alias ga boong, gue juga suka kok membicarakan orang lain (so be aware!) tapi tetap dalam “pakem” nya, karena sesuatu yang kiranya rahasia, i’ll keep it! no ember baskom Insya Allah..
We still need friends to share happiness and sadness but we don’t have to share their “privateareathings”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s