Menanti Kesayangan

Standard

Hai Kesayangan,

Bagaimana kabarmu disana? aku harap kamu baik-baik saja.
Tidak mudah aku mendapatkanmu, butuh perjuangan aku mempertahankanmu, semoga semesta melindungi kita selalu.

Aku menantimu disini, jika Tuhan mengizinkan dan semoga saja Dia akan mengizinkan, kita akan bertemu, tiga bulan lagi. Kamu senang tidak akan bertemu aku?
Aku senang sekali..sangat senang..
Semoga saat kita bertemu nanti, aku dan kamu dalam kondisi sehat sempurna tidak kekurangan sesuatu apapun. Bagiku itu lebih dari cukup.

Tujuh bulan telah kita lewati bersama, susah senang tawa tangis telah kita lalui.
Maafkan aku yang tidak bisa mempertahankan belahan jiwamu yang lain, aku tidak tahu kalau kamu memiliki belahan jiwa yang lain. Iya aku telat mengetahuinya. Sekali lagi maafkan aku.

Tetapi, aku berjanji akan selalu menjagamu melebihi apapun karena aku terlanjur menyayangimu.
Walaupun aku belum bertemu dan bersentuhan denganmu tetapi aku sudah menyayangimu saat pertama kali melihatmu di layar hitam putih dan mendengar degup jantungmu.

Kamu tahu rasanya seperti apa? Jantungku pun berdegup kencang, aku masih tak percaya kalau telah ada makhluk yang sedang berjuang dan bergantung hidupnya padaku yaitu kamu.

Persiapkan dirimu ya untuk bertemu denganku hai kesayanganku. Tiga bulan bukanlah waktu yang lama. Sabar ya kamu.

Dari,
Ibumu

Perpanjangan Paspor

Standard

Masih pagi dan segar mari kita berangkat ke kantor imigrasi \(´▽`)/

Jadi gini nih..karena udah niat mau jalan-jalan ke universal studio sama suami, ceklah masa berlakunya passpor, seinget gue sih sampai tanggal 24 nov 2014, so kalau berangkat bulan april berarti masih aman..ternyataaaah pas di ceki ceki..eng ing eng..habis berlaku tanggal 19 mei 2014 yang berarti udah ga bisa dipake lagi😦
Tiket sudah ditangan tapi paspor sudah habis masa berlaku, mau ga mau ya kudu diperpanjang di mak erot.

Karena gue ga mau kerja dua kali, gue coba ceki ceki prosedur buat perpanjangan paspor yang katanya lebih mudah karena sudah bisa dilakukan secara online. Mari buka mbah google saja ~ ~ ~ (/´▽`)/

Tahap-tahap yang gue lakukan buat perpanjang paspor adalah :
1. search situs imigrasi di mbah google. Gimana? bisa kan? ketikin http://www.google.com lalu search deh imigrasi #dikeplak
2. Berhasil masuk web nya? Nah klik yang daftar online paspor. Terus isi pra permohonan personal. Tapi sebelum ngisi itu, harus udah pada nyiapin scan persyaratan berbentuk JPEG (inget jpeg loh bukan 3gp *ditendang*) dan ukuran tidak boleh dibawah 100kb tapi sebaiknya jangan lebih dari 310kblah. Nih syarat-syarat kalau buat perpanjangan paspor :
– Punya email yang aktif karena buat verifikasi daftar onlinenya
– Udah nentuin mau perpanjang di Kantor imigrasi mana
–  Scan Kartu Keluarga
– Scan Akta Kelahiran/Ijazah/Akta Nikah
– KTP
– Scan Surat keterangan dari kantor bagi yang sudah bekerja
– Scan Paspor lama
– Dan jangan lupa doa karena suka gagal upload dokumennya *huff*
Terus isi data-datanya baru deh upload dokumen. Berhasilkah? berhasil? Kalau sudah berhasil mari kita ke tahap yang lebih dalam lagi.
3. Cek email buat verifikasi, email pertama ada attachment untuk melakukan pembayaran di teller BNI terdekat. Ingat jangan lakukan verifikasi dulu kalau belum bayar. Nilai yang harus dibayarkan 255ribu dengan biaya admin bank 5rb rupiah jadi totalnya 260ribu saja. Simpan bukti bayarnya baik-baik.
4. Setelah bayar, baru deh klik link untuk verifikasi, masukin kode journal bank yang ada di bukti bayar tadi. Terus pilih mau datang hari apa di kantor imigrasi mana. Kalau gue memilih di Kanim kelas 1 khusus Jakarta Barat biar tinggal ngebusway aja dari kantor.
5. Setelah verifikasi, kita bakal dapat email lagi, ini berisi tanda bukti permohonan sama formulir yang harus diisi dan di-print. Ingat semua persyaratan diatas tadi harus di-print dan di-copy dalam ukuran A4 begitula KTP (ga perlu dipotong alias disunat).
6. Copy semua persyaratan dokumen yang di-upload pas pendaftaran online dan siapkan juga aslinya.
7. Datang ke kanim yang sudah dipilih membawa copy dokumen dalam ukuran A4 dan aslinya untuk verifikasi beserta pulpen hitam buat mengisi formulir yang diberikan pada saat verifikasi data. Ada tambahan lagi kalau buat cewek, jangan lupa bawa bedak sama pensil alis, touch up dululah sebelum foto walaupun hasilnya tetep weh jelek-jelek juga😦
8. Antrian untuk daftar online berbeda dengan yang manual, jangan sampai salah antri karena bakal lama lagi loh. Tanya sama satpamnya saja kalau bingung.
9. Setelah cek dokumen awal, bakal dikasih map dan nomor antrian, tunggu dipanggil saja buat wawancara dan foto. Kelar deh.
10. Paspor jadi 3 hari setelah foto. Siap deh jalan-jalan \(´▽`)/

Cukup mudah kan tanpa perlu jasa calo? walaupun pas di Kanim nya sempet bingung harus kemana dan kemana karena ga ada keterangan tahapan-tahapannya, modalnya cuma bertanya sama satpam saja *huff*

Gue kasih nilai 7 lah buat tahap-tahap daftar online ini. Tinggal benahi alur yang jelas biar pemohon ga kebingungan pas di kanimnya🙂

Tiga puluh tahun yang lalu

Standard

Jakarta, 24 Januari 2014

Aku ingin sedikit bercerita tentang anak muda yang dilahirkan pada hari ini tepat tiga puluh tahun yang lalu.
Di suatu kota wilayah Banten, lahir seorang bayi yang sehat, bulat dan menggemaskan. Bayi ini tumbuh menjadi anak yang sehat dan lincah namun tidak terlalu suka makan sayur. Usianya tepat setahun dengan usia kakaknya yang kebetulan lahir di tanggal yang sama sehingga anak ini suka bermain dengan teman-teman kakaknya. Menjadi anak bungsu tentu membuat anak ini menjadi manja dan tidak mau mengalah.
Dan untunglah anak ini mempunyai kakak baik hati yang sering mengalah agar adiknya tidak menangis.
Lebih dari sepuluh tahun menjadi anak bungsu membuatnya menjadi cengeng, sampai akhirnya anak ini mempunyai seorang adik perempuan. Layaknya kakak, anak ini mulai belajar untuk berbagi dan tidak manja lagi.
Mereka bertiga tumbuh menjadi anak-anak yang lucu hingga di suatu sore anak ini harus kehilangan kakaknya yang kembali kepada Yang Maha Kuasa pencipta alam semesta.
Atas kejadian ini, dia menjadi anak sulung dan kakak satu-satunya dari seorang adik perempuan. Anak ini berubah, menjadi sosok kakak pujaan adiknya.
Setelah melewati masa remaja di daerahnya, anak ini mulai merantau untuk menimba ilmu di ujung Jakarta dan melanjutkan mencari nafkah di tengah kota Jakarta. Waktu terus berjalan dengan cepatnya, berbagai tawa dan tangis kehidupan telah dirasakan anak ini.
Tepat hari ini, usia anak ini mencapai tiga puluh tahun, seorang anak yang diketahui bernama Dendi Riandi, suami kesayanganku. Masih banyak mimpi-mimpinya yang belum tercapai tapi aku yakin dengan kegigihan dan doa insha Allah akan selalu ada jalan. Dengan perubahan angka depan usianya, semoga segala sifat baik tidak berubah namun segala yang buruk dapat menjadi lebih baik. Selamat ulang tahun kesayangan.

Kesayanganmu,

20140124-063900.jpg

Hitungan Hari

Standard

Aaaaarrrrgggghhhh..

Udah lama ga curhat disini..

Waktu berjalan cepat banget ya..

Juni tahun lalu, perpisahan gue dengan seseorang dan menjadi awal pula kedekatan gue dengan seseorang..

Siapa sih yang ga sedih dengan perpisahan? mungkin pada saat itu, gue benar-benar lagi galau (tjaelah), kalau istilah kerennya anak zaman sekarang sih gituh. Alhasil, setelah gue pulang kantor, lebih senang menghabiskan waktu di luar kosan dengan siapapun yang “available” daripada gue hanya ngurung diri di dalem kamar dan nangis-nangis ga jelas! pfffttt

Kalau ada temen yang ngajak jalan
“Di..ke GI yuk” — “hayukkk”
“Di..makan mie aceh yuk” — “hayuukk”
“Di..ketemuan yuk” — “hayuukk”
Bahkan ga jarang juga gue yang berinisiatif ngajak jalan. Pfffttt. #mendadakbokek.
Sampai ada sesosok wanita bulat berkulit putih nan gendut nan menggemaskan (baca : Gelaph) yang berkomentar “Helah..lo jalan mulu sih? galau gila lo ya?”. Pfffttt
Dan lucunya, gue sering gantung keluar bareng wanita bulat berkulit putih nan menggemaskan ini, tidak lupa pula mengajak wanita bulat semok yang suka “jalan mundur” (baca: Mimi). Pokoknya kemanapun mereka jalan, gue mao ikut! Panggil kami bertiga #pantesmontok™
Kebetulan, saat itu mereka lagi sibuk promo buku mereka yang pertama kali, si Traveloveing (Best Seller loh!). Buku ini dibuat barengan juga sama dua laki (laki pribumi dan non pribumi). Okeh ada laki pribumi sebiji di geng traveloveing. Catet!

Namanya juga lagi kondisi patah hati nan sedih nan galau, laki dari antah berantah yang coba deket ya gue ladenin (iya sesedih itu gue buat ga mengingat si luka #halah). Tetapi, akhirnya ada satu laki yang bikin gue tertarik, laki yang terlihat lucu dan konyol. Iya..gue suka dengan laki yang bisa membuat senyum simpul di pipi gue. Semudah itu gue suka sama orang? Mungkin (_ _)
Tapi..yaudah gue ga bakal mau mulai deketin laki-laki sebelum lakinya yang mulai. Gengsi dong. Mamam noh Gengsi! Etapi, paling kode-kode banyaklah #dikeplak

Dan..Tak diduga tak disangka, sepertinya gayung bersambut, nih laki ternyata mulai ngedeketin. Secara gue ramah, ya gue tanggapi dengan baik dan centil dikit, eh centil banyak deng.pfffttt.

Sampai pada satu titik, duh..jangan sampe gue jadi suka banget sama nih laki, masa harus patah hati dua kali dalam waktu berdekatan. ogah deh.

Curhatlah gue ke wanita bulat berkulit putih nan menggemaskan
“Gels..kayaknya si xxxxx lagi deketin gue deh”
“Gimana aja emangnya?”
“Rajin bbm, tanya ga penting..bedalah”
“Oooh..lo nyadar juga..emang dianya mao coba sama lo kok”
“Iiih jadi lo tau? kok ga cerita sama gue?”
“Ngapain cerita, sebenernya gue males kalo lo sama dia, gatel banget anaknya, sepak sepik sana sini, ga rela gue kalo lo sama dia”
“Hmmmmm..”
“Tapi..kalo lo mo coba ya terserah, siap-siap makan ati aja”
“Anaknya baik kan?”
“Baik sih baik, tapi gatelnya itu yang gue gatahan, tapi kalo lo doyan, lanjut gih”
“Eh..mimi tau juga?”
“Ya taulaaaah..kan taunya dari Mimi”
“Okeh deh..jadi coba aja ya”
“Sip..”
Kurang lebih begitulah rumpian gue dengan wanita bulat berkulit putih nan menggemaskan itu.
Bahkan, akhirnya gue mengkonfirmasi pula ke wanita bulat yang suka “jalan mundur”.
“Mi..si xxxxx sebenernya gimana sih sama gue?”
“Hmmmm..yaudah gue cerita ya, jadi..dia mao coba sama lo, tapi sekarang lo low expectation aja ya, gausah ngarep lebih, jalanin aja dulu”
“Ogituh..”
Setelah dengar konfirmasi dari wanita bulat yang suka “jalan mundur” itu, gue sempat berfikir “ah males ah sama orang yang mau coba-coba doang, buang waktu lagi nanti, putus lagi, putus lagi, putus lagi, putus lagi”.

Tapi ternyata, setelah jalan beberapa kali dengan laki-laki yang diceritakan diatas, tuh laki menyatakan sukanya. Cepet banget! Tanpa mikir babibu ya gue iyain aja. Hahaha. Mureeehhh!
Asiiiikkkk..tepat sebulan dari patah hati, akhirnya punya pacar baru lagi #jogedjoged

Wosh..ternyata awal pacaran gue sama laki ini ga semulus pahanya Aura Kasih. Bahkan, mantan gue yang telah meninggalkan gue pun mencoba masuk lagi ke kehidupan gue dengan memberikan perhatian (contohnya: voucher makan, secara gue doyan makan), rajin sms ngucapin met istirahat, ngucapin met pagi, coba menelpon gue tapi ga pernah gue angkat, bahkan pas gue sakitpun, dia mau nganterin obat ke kosan gue dan tentunya gue tolak secara halus. Sampai akhirnya, gue “gerah”..ngapain sih sok-sok perhatian lagi, dengan penuh tega, gue mengirimkan sms ke dia, isinya kurang lebih begini “sorry ya xxxx..bukan aku ga mau berteman atau deket sama kamu lagi, mungkin nanti kita bisa berteman lagi, tapi bukan sekarang..ada perasaan lain yang harus dijaga. Cowok aku!” Dan balasan yang gue terima “Ogituh..maaf kalo gitu, oke aku ga akan ganggu kamu lagi”. Dan, mantan gue ini pun menepati janjinya. #elusdada

Lalu, bagaimana hubungan gue sama pacar baru gue? oh well..berantem? sudah pasti..Banyak alasan yang seharusnya membuat gue meninggalkan laki-laki ini..Tapi, gue bertahan dong! Karena apa? Kagak tau, Cinta kali! pfffttt. Gue juga mencoba mengerti dan berfikir “mungkin suatu saat nanti dia akan berubah”.

Waktu berjalan..
Alhamdulillah..Pelan-pelan pria ini mulai berubah jauh lebih baik, berarti dia mau memperbaiki diri.

Dan, akhirnya..
Hitungan hari lagi..

Gue bakal menikah dengan salah satu laki-laki yang terlibat dalam proyek traveloveing, laki-laki pribumi yang bisa membuat senyum simpul di pipi gue..
Laki-laki yang bisa membuat gue kesal dan tertawa setelahnya..
Laki-laki yang akan menemani gue seumur hidup..
Laki-laki yang akan menjadi suami dan ayah dari anak-anak gue..

Laki-laki yang bernama Dendi Riandi..

Semoga apapun permasalahan yang terjadi, kami selalu ingat atas janji kami dihadapan Tuhan untuk selalu bersama dalam suka dan duka.
Mudah-mudahan cinta kami tidak akan pernah ternoda sama kebusukan-kebusukan di luar sana..

Bismillah🙂

Surat Cermin

Standard

Dear Dianps,

Apa kabar dirimu? sudah lama sekali tidak pernah melihat dirimu berkeliaran di dunia maya kecuali twitter, kamu masih suka berkicau disana. How’s life?

Saya mendengar kabar bahwa dirimu akan segera menikah, saya turut senang mendengarnya, apa saja yang sudah kamu siapkan untuk menyambut pernikahanmu? apa kamu benar-benar yakin dan siap dengan calon suami pilihanmu? ingat sayang, pernikahan bukan hanya melegalkan “relationship”mu di mata hukum, akan ada tanggung jawab lebih yang harus kamu pegang. sudah siapkah kamu? hehehe..Aku yakin kamu telah siap dan in sha Allah merupakan keputusan yang tepat.

Aku mengenalmu sekali, kurangilah sifat keras kepalamu yang kadang susah diatur, kamu harus mendengarkan apa perkataan suamimu, hidupmu sudah menjadi tanggung jawabnya, orang tuamu telah melepaskanmu untuknya, derajat suamimu ada diatas orang tuamu. Dengarkan hal baik yang dikatakan suamimu, jikalau suamimu salah, ingatkan dirinya. Istri ibarat tangan kanan sang suami, kamu akan menjadi orang kepercayaannya, jangan pernah mengecewakannya.

Apalagi jika kamu telah memiliki anak, tugasmu pun akan bertambah, ada yang lain yang harus kamu jaga. Ibu merupakan teladan untuk anak-anaknya kelak. Aku yakin kamu pasti bisa menjalaninya dan aku selalu mendoakan agar kamu bahagia🙂

Pesanku, jikalau kamu bertengkar dengan suamimu, ingatlah bagaimana perjuangan kalian untuk sampai ke jenjang pernikahan, ingatlah cinta dan kasih yang telah kalian bangun, ingatlah senyum orang tua di hari pernikahan kalian, ingatlah doa-doa yang dipanjatkan untuk mendoakan pernikahan kalian dan ingatlah janji kalian dihadapan Tuhan untuk selalu bersama, saling membantu dan tetap mencintai sampai hari tua nanti. Seberat apapun masalah yang akan kalian hadapi, selalu selesaikan dengan kepala dingin dan jauhi emosimu itu ya.

So..Please Welcome October🙂

This month and after, your life will be great..for sure!

Amin..

Menyimpan kenangan

Standard

Manusia memiliki keterbatasan penyimpanan, otak tidak sanggup mengingat segala hal secara detail, mungkin karena itulah tercipta kamera, handycam, corat coret curhatan di blog, alat tulis menulis, bahkan handphone pun bisa menjadi media penyimpanan untuk membantu kita merekam kembali segala kejadian yang telah lalu, entah bahagia ataupun sedih

Hal ini tentu membantu sekali untuk orang-orang seperti saya yang gampang sekali terlupa :p

Bisa dibilang, saya termasuk penyimpan yang baik, untuk foto-foto saya membuat folder per tahun dan dipisahkan kembali per folder untuk setiap momentnya. Bahkan saya memiliki satu folder yang hanya berisi kumpulan chat dengan teman-teman, baik yang memotivasi ataupun chat dengan orang-orang yang pernah istimewa.

Tetapi..
Hal tersebut, saya lakukan hanya sampai tahun 2011. Setelahnya? berantakan…
Semenjak saya kehilangan laptop, ada beberapa foto yang hilang..bahkan saya tidak ingat foto apa yang ada di dalam laptop itu. Dan jeleknya, saya tidak memback-up, karena saya berfikir, laptop itulah yang akan menjadi “otak” saya, semua akan tersimpan disana, bahkan saya memindahkan beberapa data ke dalam laptop tersebut😦

Memang saat ini saya telah memiliki penggantinya, tapi rasanya sudah berbeda, saya tidak menganggapnya “otak”yang akan menyimpan segalanya. Folder foto pun berantakan, saya tidak bisa mentrace foto-foto mana yang ingin saya lihat, mana yang tidak. Bahkan saya pernah tanpa sengaja, melihat foto capture-an sms dengan orang masa lalu, dan membuat saya teringat, dulu saya pernah menangis setelah membaca sms tersebut, berisi tentang cinta dan perjuangan yang akan dia lakukan. Tetapi sekarang? foto capture-an tersebut menjadi pembelajaraan sekaligus hiburan buat saya🙂

Ah memang “good archieve” itu penting. Bisa dibilang, hal itu seperti dokumentasi hidup kita, saat kita “flashback” dengan melihat segala dokumentasi, senyum bahkan tawa menemani hari kita, menyenangkan sekali loh🙂

Sepertinya saya harus mulai merapihkan kembali dokumentasi hidup saya

Apa ya komentar anak cucu kita kalau melihat dokumentasi hidup kita? tersenyum pastinya🙂

Belajar tentang kehidupan-Mbak Sari

Standard

Aku ingin berbagi cerita

Seminggu yang lalu, aku berjumpa dengan mbak muda, sebut saja namanya Sari..Aku berjumpa dengannya saat sedang mengantri dokter..

“Mbak ke dokter siapa?” sapaku mengawali percakapan
“Dokter Andon, lagi nunggu dipanggil buat bayar nih” balasnya dengan senyum

Seperti biasa, aku dengan ramah berbasa basi sampai akhirnya dia bercerita banyak tentang kehidupan rumah tangga dan keluarganya, yang tentu saja menjadi masukan yang berharga buatku..tak ada salahnyalah aku berbagi cerita..

Beberapa point yang aku ingat tentang perkataannya :
– Sebelum si mbak menikah dengan suaminya yang sekarang, pernah berpacaran selama 8 tahun tetapi putus. Tak lama dari putus, dia berjumpa dengan sang suami, tak sampai setahun pacaran mereka menikah. Ohiya, si mbak ini orang padang, sang mantan juga orang padang tetapi akhirnya menikah dengan orang jawa. Itulah, jodoh sudah ada yang mengatur, sekuat apapun kita bertahan kalau memang bukan garisan Tuhan, tidak akan terjadi. Tidak perlu kita khawatir akan hal itu. Tuhan baik dan tepat waktu untuk mempertemukan kita dengan jodoh kita.

– Si mbak ini dididik dari kecil dengan didikan ala militer, keras dan otoriter, kebiasaan tersebut terbawa sampai dia berumah tangga. Sedangkan, sang suami tipe demokratis, segala hal harus dibicarakan musyawarah mufakat. Awal pernikahan, si mbak lebih banyak menguasai pembicaraan, tidak bisa menerima pendapat orang lain. Tetapi, sang suami dengan sabar memberi pengertian dan si mbak mulai berfikir, ah benar juga katanya. Pelan-pelan si mbak mulai berubah, belajar mendengarkan pendapat orang lain. Dari hal ini, aku belajar sesuatu, sifat dan sikap seseorang dapat berubah walaupun itu membutuhkan proses selama memang ada keinginan dari diri individunya untuk berubah.

– Si mbak ini berbeda suku dengan sang suami, berbeda latar belakang, berbeda kebiasaan, berbeda selera makanan. Tapi mereka dapat mengontrol ego masing-masing dan bertenggang rasa atas keinginan masing-masing. Setiap keluh kesah dikeluarkan saja, jangan dipendam, apa adanya saja, katanya.

– Setiap tahunnya akan selalu ada kejutan yang baru dari kehidupan berumah tangga, bisa dari keluarga kita atau dari pihak luar. Entah cobaan atau peruntungan, terimalah segala macam kejutan dengan lapang dada dan ikhlas jalaninya.

– Si mbak berpesan, kalau sudah berumahtangga, wanita tetap harus menjaga badannya dan alat vitalnya. Biar bagaimanapun, rumput tetangga itu lebih hijau, belum lagi wanita zaman sekarang tidak malu menjadi istri kedua ketiga bahkan simpanan. Ah sungguh sulitnya menjadi wanita.

– Usia itu hanya angka, kedewasaan itu pilihan. Jika ingin memutuskan berumah tangga, yakinkan kalau telah siap mental dengan segala resiko, karena berumah tangga tidak semanis yang dipikirkan. well said, i think.

– Dan satu hal lagi, si mbak berkata, jika kamu ingin menyentuh surga maka tunduklah apa kata suamimu, saat kamu telah menikah nanti, derajat suamimu lebih tinggi dari orang tua, membantah apa kata suami, kamu tidak akan mencium wangi surga. *dheg*

Itu saja yang aku ingat, yah maklum, short term memory..seperti yang aku pernah katakan, kata-kata yang menyakitkan lebih diingat daripada yang indah-indah bukan. Manusiawi kan? *pembenaran*

Itulah penggalan pembicaraan antara aku dan mbak Sari yang menjadi masukan buat hidupku.

Jadi, sudah cukup dewasa dan siapkah kalian memasuki fase selanjutnya?

Bismillah saja..